NEWS24.CO.ID

Wisata

7 Fakta Unik Tradisi Tana Toraja yang Harus Kamu Ketahui

NEWS24.CO.ID

Foto : Tempo Foto : Tempo
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Terkenal dengan kemistisannya Tana Toraja merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tradisi unik yang masih dipertahankan sampai sekarang. Misalnya saja tradisi ” Ma’nene ” yang merupakan upacara mengganti pakaian mayat para leluhur. Secara turun temurun tradisi ini masih dilaksanakan setiap 3 tahun sekali biasanya pada bulan Agustus.

Acara ini diadakan dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahim bagi keluarga yang berada di perantauan. Dengan adanya acara di harapkan keluarga yang jauh akan datang untuk menjenguk keluarga yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Terdengar agak seram namun hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu masih banyak fakta unik lainnya di Tana Toraja, nah kamu bisa simak sebagai berikut :


Read More : 16 Pantai Terbaik di Indonesia dari Aceh hingga Papua

1. Kopi Toraja yang terkenal hingga mancanegara

Tana Toraja terletak didaerah pegunungan mayoritas penduduknya bertani kopi dan merupakan komoditas unggulan. Salah satu kebanggaan Indonesia, kopi Toraja menjadi primadona di luar negri. Memiliki cita rasa yang unik , kopi arabika dan robusta dari Tana Toraja sangat diminati oleh para pecinta kopi. Aroma herbal yang khas jarang ditemui pada kopi lainnya menjadikan kopi ini spesial.

Tahukah kamu sekitar 40% kopi di Jepang yang beredar merupakan kopi Toraja.

2 Kampung lolai, negri diatas awan

Kampung Lolai terletak di Kabupaten Toraja utara dengan ketinggian 1300 mdpl dan mendapat julukan sebagai negri diatas awan karena pemandangannya yang mempesona. Hamparan lautan awan membuat berdecak kagum seketika saat kamu melihatnya.

Bagi kamu yang ingin menikmati sunrise di pagi hari kamu bisa mendirikan tenda disekitar kawasan. Atau bisa juga menikmati sensasi berbeda dengan menginap di Tongkonan yakni rumah khas Toraja yang di jadikan sebagai homestay oleh beberapa warga.

3. Tana Toraja memiliki 5 kuburan unik

Selain tradisi ma’nene yang membuat bulu kuduk merinding Tana Toraja juga memiliki 5 jenis kuburan yang unik dari pada yang lainnya. Diantaranya yaitu kuburan Goa, kuburan Gantung, kuburan batu “Liang”, kuburan pohon “Passiliran”, kuburan Pattane.

Setiap kuburan memiliki keunikannya masing-masing misalnya saja kuburan pohon “Passilliran” yang merupakan kuburan  untuk bayi yang berumur kurang dari 6 bulan. Jika dilihat sepintas kuburan tersebut terletak di pohon besar yang masih hidup kemudian dilubangi dan jenazah sang bayi diletakkan didalamnya setelah itu ditutupi dengan ijuk.

Pohon Tara tempat pemakaman bayi [ Image source ]

 

 

 

Tau tau ( patung simbolisasi penggambaran diri mendiang ) di gantung berdekatan dengan jenazah [ Image source ]

 

4. Rambu solo salah satu tradisi pemakaman memakan biaya termahal didunia

Merupakan prosesi pemakaman masyarakat Tana Toraja, terkenal rumit namun tradisi ini masih dipertahankan hingga kini. Banyak tahapan yang harus dilewati sebelum akhirnya jenazah dibawa ke tebing batu untuk dimakamkan.

Salah satu syarat menyelenggarakan Rambu Solo ini adalah bagi keluarga yang ditinggalkan harus berkurban hewan yakni babi dan kerbau. Untuk jumlahnya sendiri menyesuaikan dengan strata sosial keluarga yang berduka. Semakin tinggi strata keluarga tersebut maka semakin banyak hewan yang harus dikurbankan.

Misalnya saja keluarga dari strata menengah maka mereka harus berkurban sebanyak 8-10 ekor kerbau ditambah babi sebanyak 30-50 ekor dan untuk keluarga dari kalangan bangsawan bisa berkurban kerbau sejumlah 25-150 ekor.


Read More : Keindahan Pulau Kumala, Wisata Tenggarong Yang Nyaman Untuk Liburan Keluarga

Selain hewan kurban, mahalnya biaya upacara ini juga berasal dari peti jenazah yang dihiasi pernak pernik emas dan perak. Jenazah yang akan dimakamkan di kubur batu “Liang” pun tak kalah memakan biaya. Pembuatan lubang untuk pemakaman di batu harus dipahat  terlebih dahulu selama berbulan-bulan dengan biaya yang tidak murah. Hingga puluhan juta rupiah tergantung besarnya lubang yang akan dibuat. 

5. Kerbau di Tana Toraja mencapai harga fantastis

Dalam penyelenggaraan upacara Rambu Solo kerbau memiliki peran penting didalamnya. Keluarga yang berduka biasanya berkurban beberapa kerbau untuk disembelih kemudian dibagikan kepada warga. Yang dicari bukan sekedar kerbau biasa, semakin langka kerbau tersebut bisa menunjukkan bahwa semakin tingginya strata sosial orang yang akan dimakamkan.

Harga termahal kerbau di Tana Toraja bisa mencapai 1 milyar lebih tergantung jenis kelangkaan kerbau. Secara fisik kerbau-kerbau yang langka itu bisa kita lihat dari bentuk  dan warna tanduknya, kemudian kombinasi warna kulitnya antara putih dan hitam.

Tedong saleko adalah salah satu jenis kerbau termahal dari semua jenis kerbau yang ada di Toraja harganya per ekor bisa mencapai 1 milyar rupiah. Memiliki ciri khusus berupa warna kulitnya, dengan kombinasi warna dasar putih belang hitam, tanduk kuning gading dan bola matanya yang berwarna putih. Ciri-ciri tersebut memang jarang dimiliki oleh kerbau pada umumnya menjadikan kerbau ini sangat langka.

6. Tongkonan menjadi tempat peristirahatan sementara sebelum jenazah di semayamkan

Menjadi daya tarik saat mengunjungi Tana Toraja, Tongkonan yang merupakan rumah adat masyarakat Toraja dengan berbagai keunikannya. Rumah panggung dari kayu dan atapnya yang menyerupai tanduk kerbau ini memiliki fungsi penting bagi kehidupan sosial suku Toraja.

Rumah Tongkonan memiliki fungsi sebagai tempat tinggal, upacara adat, kegiatan sosial dan membina kekerabatan. Terbagi menjadi tiga bagian yakni bagian selatan, tengah dan utara.

Pada bagian selatan merupakan ruangan untuk kepala keluarga. Ruang tengah berfungsi untuk tempat berkumpulnya keluarga, dapur dan tempat untuk meletakan jenazah sebelum akhirnya di semayamkan. Dan dibagian utara adalah ruang tamu , tempat meletakkan sesaji dan sebagai tempat tidur.

Tradisi masyarakat Toraja biasanya tidak langsung menguburkan jenazah dan menyimpannya di rumah Tongkonan. Layaknya orang sakit jenazah itu masih diberi makan. Untuk mencegah agar jenazah tidak cepat membusuk dan bau maka jenazah pun di balsem dengan ramuan tradisional.

Dilengkapi dengan ornamen tanduk kerbau yang disusun dari atas ke bawah didepan rumah menjadi penanda tingginya derajat penghuni rumah tersebut. Semakin banyak tanduk yang terpasang maka menujukkan pemilik rumah memiliki status sosial yang tinggi. Tanduk-tanduk itu berasal dari kerbau yang dikurbankan saat Rambu solo (upacara pemakaman ).

7. Kain tenun khas Toraja tanda kasih untuk mendiang 

Pada upacara Rambu Solo kain tenun juga memiliki peranan penting. Jenazah yang belum dimakamkan akan dibalut dengan kain tenun khas Toraja. Menurut kepercayaan suku Toraja yakni Aluk Tadolo memang mensyaratakan pembalutan jenazah dengan kain tenun.

Karena mahalnya harga kain yang dijual dengan harga Rp 300.000 hingga Rp 5 juta, lambat laun penggunaan kain tenun ini pun semakin berkurang.

Seiring berjalannya waktu kain tenun Jawa dengan motif khas Toraja pun di produksi dan dipasarkan di Toraja. Dengan harga lebih murah dari kain tenun asli hanya 100.000 ternyata membawa minat kembali masyarakat untuk menggunakan kain tenun.

 

Loading...

Related Article