NEWS24.CO.ID

Nasional

Ekonom Senior Sebut Luhut Pandjaitan Juru Bicara Investor Asing

NEWS24.CO.ID

Foto : Tempo Foto : Tempo
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri, dalam menilai investasi negara, Selasa, menyebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan sebagai "juru bicara" bagi investor asing. Ia berpendapat, menteri sering berpihak pada korporasi dalam polemik industri, salah satunya di sektor pertambangan. 

Fasial mengatakan saat ini ada polemik besar di sektor pertambangan yang menurutnya merugikan negara triliunan kerugian ekonomi akibat banyaknya potensi sumber pendapatan yang tidak dikelola dengan baik. Dia berpendapat pajak pertambangan gagal dioptimalkan dan ada transaksi perdagangan tersembunyi.


Read More : Mendekati Tahun Baru: Jakarta Peringatkan Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Ia menilai pemerintah harus melindungi rakyat dan keuangan negara dari risiko kerugian. Salah satu upaya yang menurutnya bisa dilakukan adalah dengan mengusut dugaan monopsoni dalam praktik perdagangan smelter. 

Ada kecenderungan, tambahnya, setiap smelter Indonesia memperlakukan penjual secara setara, sehingga menimbulkan kecurigaan satu pembeli dan smelter tidak punya pilihan lain untuk menjual produk nikelnya. Ia berpendapat bahwa negara harus hadir untuk melindungi rakyatnya dan warga negaranya yang menjadi pembayar pajak.

“Kalau saya unsur monopsoni, saya akan tentukan syarat dan ketentuannya karena saya pembeli satu-satunya,” kata Faisal pada 12 Oktober. “Sebaliknya, yang dilindungi tidak membayar pajak.”

Faisal Basri mengatakan mereka yang tidak membayar pajak tidak hanya melanggar ketentuan perpajakan tetapi juga mendapatkan tax holiday. Dia mengaku telah memberi tahu Menteri Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengenai situasi ini dan menyarankan Kementerian untuk mengaudit fasilitas tax holiday. Basri juga mendesak Kementerian Tenaga Kerja untuk mengaudit pegawai yang bekerja di penerima tax holiday. 

“Selesaikan semuanya. Tapi tahukah siapa dalang di balik ini semua, yang sering membela mereka itu Pak Luhut Pandjaitan,” kata Basri.


Read More : Sekolah Di Bandung Diliburkan Setelah Penemuan Kasus Covid-19

Faisal Basri menilai Luhut memiliki pengaruh bisnis yang luar biasa, yang menurutnya membuat orang menyamakan Menko sebagai perdana menteri dan juru bicara setiap isu yang muncul. 

“Saya kira korporasi China tidak perlu bicara, cukup Luhut Pandjaitan sebagai juru bicara mereka,” guraunya. 

Basri menegaskan penilaiannya terhadap Menko tidak didasarkan pada sentimen pribadi karena ia mengaku telah hadir dalam beberapa pertemuan terkait Covid-19 dengan Luhut dan terbuka untuk dialog ke depan terkait masalah ini. 

Luhut Pandjaitan dalam beberapa kesempatan sebelumnya meminta masyarakat berhenti menuduhnya selalu membela investor asing. Ia juga membantah tudingan yang melabelinya sebagai investasi pro-China dan menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk investor dari berbagai negara. 

“Jangan menuduh kami pro-China. Siapa pun yang datang ke sini dan memenuhi persyaratan dipersilakan,” kata Luhut dalam pertemuan dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta Pusat, 3 Desember 2019.

NEWS24.CO.ID

Can be read in English and 100 other International languages


Loading...

Related Article