NEWS24.CO.ID

Riau

Kadiskes Riau : Masyarakat Jangan Takut Berobat ke RS dan Pemeriksaan Covid-19

NEWS24.CO.ID

Kadis Kesehatan Riau Mimi Yuliati Kadis Kesehatan Riau Mimi Yuliati
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID -Isu pasien rusmah sakit banyak yang dicovidkan, sudah menybar luas dan menjadi ketakyutan sendiri ditengah masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir meminta kepada masyarakat bahwa prosedur pemeriksaan Covid-19 di rumah sakit bukan hal yang harus ditakuti.

Sebab, sebut dia, tujuannya untuk keselamatan bersama, dan deteksi dini agar pasien juga bisa lebih cepat mendapatkan perlindungan dan penanganan di pelayanan kesehatan. "Masyarakat sudah harus mengerti dengan tahapan-tahapan pemeriksaan yang dilakukan rumah sakit untuk saat ini," kata Mimi, Jumat 9 Oktober 2021.

Read More : Kasus Covid-19 Menurun, Warung Remang-Remang Kembali MunculĀ 

Mimi juga menegaskan bahwa pihak rumah sakit dan pemerintah daerah sejak awal sudah mensosialisasikan kepada masyarakat terkait prosedur pemeriksaan yang harus dilakukan. "Itu juga sudah dilakukan. Dan pihak rumah sakit bahkan juga sudah menjelaskan tujuan dilakukannya prosedur tersebut,” sambungnya.

Lebih lanjut, Mimi juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu mentaati protokol kesehatan dalam setiap melakukan aktivitas, terutama di luar rumah.
“Setidaknya memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta tidak berbaur jika ada kerumunan. Himbauan seperti ini selalu kami sampaikan dalam setiap kesempatan. Meski kasus Covid-19 di Riau sudah turun, mereka juga harus sadar bahwa wabah ini belum selesai. Jadi protokol kesehatan tetap harusmenjadi yang utama,” tuturnya.

Read More : Utamakan Lansia, Pemko Pekanbaru Aktifkan Bus Vaksinasi Keliling

Mimi Yuliani Nazir meminta kepada masyarakat seharusnya bersikap lebih bijaksana dengan kondisi penyakit yang mereka derita. Dengan kata lain, masyarakat tidak perlu merasa takut atau khawatir secara berlebihan akibat kasus Covid-19 yang saat ini tengah melanda.

“Jadi, yang perlu diketahui oleh masyarakat itu bahwa untuk memastikan apakah seseorang atau pasien itu covid atau tidak, kan ada tahapan pemeriksaannya. Jadi bukan langsung dicovid-covidkan,” tuturnya.

Namun, Mimi bisa memaklumi bahwa ketakutan masyarakat di tengah situasi seperti ini merupakan hal yang wajar. Salah satu faktor penyebabnya, banyaknya informasi yang tidak benar alias hoax terkait Covid-19, sehingga muncul isu mengcovid-kan dan sebagainya. “Namun secara standar operasional prosedur, pemeriksaan terhadap covid-19 tetap harus dilakukan oleh pihak rumah sakit kepada calon pasien mereka,” ujar Mimi.

Dia menambahkan, pemeriksaan swab terhadap calon pasien yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, tidak lain sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran Covid-19 kian meluas. “Kalau seandainya pasiennya positif tapi rumah sakit tidak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, bagaimana. Tentu ada lebih banyak pihak yang dirugikan,” jelas Mimi. (Almi Fitri)
 

NEWS24.CO.ID

Can be read in English and 100 other International languages


Loading...

Related Article