NEWS24.CO.ID

International

Sedihnya, 1,5 Juta Anak-Anak di Dunia Kehilangan Orang Tua Karena Pandemi

NEWS24.CO.ID

Foto : Mstar Foto : Mstar
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - HAMPIR dua tahun setelah dunia diterpa pandemi Covid-19 keadaan tersebut nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan apalagi dengan hadirnya varian Delta yang lebih mudah menyebar.

Dampak dari pandemi ini juga cukup besar karena kehidupan sehari-hari telah berubah dan manusia perlu beradaptasi dengan norma-norma baru untuk memastikan bahwa mereka terlindungi dari ancaman epidemi. Perekonomian dunia juga terpengaruh dengan melihat banyak perusahaan terpaksa bangkrut dan banyak yang kehilangan pekerjaan sehingga kehilangan pendapatan.

Namun, di sisi lain, anak-anak juga terkena dampaknya meski kasus Covid-19 yang melibatkan mereka masih rendah.


Read More : China Berhenti Membangun Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Batubara Baru di Luar Negeri: Xi Jinping

Selain harus menghadapi stres dan kurungan di rumah, ada sebagian dari mereka yang harus berpamitan dengan orang tua atau anggota keluarganya yang meninggal akibat Covid-19. Worldometer melaporkan virus berbahaya sejauh ini telah menginfeksi 193.326.236 juta orang di seluruh dunia. Dari jumlah itu, virus tersebut telah merenggut 4.150.242 juta jiwa.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancelot menemukan 1,5 juta anak di seluruh dunia terkena dampak ketika salah satu atau kedua orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Hal ini pada gilirannya menyebabkan mereka disebut anak yatim.

Situasi ini menimbulkan masalah global bagi mereka yang menjadi yatim piatu akibat pandemi. Hal ini berdampak besar pada anak tidak hanya kehilangan tempat ketergantungan dan juga cinta tetapi dapat mengganggu emosi dan masa depan mereka.


Read More : Sydney Cabut Jam Malam, Warga yang Tidak Divaksin, Tidak Bisa ke Kafe dan Restoran

Para peneliti berpendapat bahwa para ahli perlu fokus pada pemberian dukungan psikososial dan ekonomi kepada anak-anak yang kehilangan orang tua akibat pandemi. Dalam penelitian tersebut, kematian tidak hanya karena Covid-19 tetapi masalah terkait pandemi lainnya seperti jam malam, kegagalan mendapatkan akses medis dan sebagainya juga dianggap sebagai 'kematian karena Covid-19'.

Anak-anak adalah kelompok yang sangat rapuh dari kondisi ini dan mereka lebih rentan terhadap kesehatan mental, penyakit kronis dan sebagainya.

NEWS24.CO.ID

Can be read in English and 100 other International languages


Loading...

Related Article