NEWS24.CO.ID

Kampar

BBKSDA Riau Bersama TGI Jungle Trek Dukung Pengembangan Destinasi Ekowisata SM Bukit Rimbang Bukit Baling

NEWS24.CO.ID

TGI Jungle Trek di SM Bukit Rimbang Bukit Baling saat melakukan survei. /Ist. TGI Jungle Trek di SM Bukit Rimbang Bukit Baling saat melakukan survei. /Ist.

NEWS24.CO.ID,PEKANBARU - Untuk tahun 2020, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah mengalokasikan bantuan kemitraan konservasi pada 6 desa penyangga di sepanjang Sungai Subayang. Dan Tim BBKSDA akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan masyarakat dalam pengembangan ekowisata.

Gagasan ini atas usulan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pariwisata di Kampar pada khususnya dan Riau pada umumnya.

Dalam informasi yang dirangkum news24.co.id pada Kamis (13/2/2020), Kepala BBKSDA Riau, Suharyono melalui Humas BBKSDA Riau, Dian, menyebutkan untuk di Rimbang Baling, Kampar, merupakan salah satu pesona destinasi wisata favorit Riau.

"Dibangunnya jalur interpretasi yang menghubungkan antara Desa Tanjung Belit sampai dengan Desa Pangkalan Serai sebagai desa terakhir. Jembatan dibangun sepanjang lebih kurang 36 kilometer," sebut Dian.

"Jalur yang dibangun ini untuk pejalan kaki, atau setidaknya bisa diakses dengan menggunakan sepeda motor," sebutnya.

"Diharapkan, untuk ke depannya jalur ini akan dapat menjadikan Rimbang Baling lebih maju dan dikenal sebagai destinasi wisata, bukan hanya untuk Riau saja, tapi untuk Indonesia hingga ke mancanegara," harapnya.

Lebih lanjut, Dian menyebutkan jalur interprestasi tersebut masuk dalam kawasan suaka margasatwa Rimbang Baling. Dengan jalur sepanjang 29,5 kilometer untuk di daerah Rimbang Bukit dan 7 kilometer untuk jalur Kota Lam hingga Sungai Santi.

"Nantinya, ada sekitar puluhan jembatan gantung yang dibangun. Nanti, diharapkan juga akan mempermudah masyarakat pendatang untuk menikmati keindahan alam hutan di Riau," harapnya lagi.

Masih dijelaskan Dian, sebelumnya, tim BBKSDA Riau pada beberapa hari kemarin telah melakukan survei. Akses yang saat ini adalah akses jalur darat yang dipergunakan masyarakat, dan jalur sungai juga terdapat di dalamnya.

"Kemarin juga sudah diperbincangkan bersama pihak PLN, agar nantinya dipasangkan jaringan listrik sebagai sarana penerangan, sehingga berpengaruh besar juga untuk masyarakat dan perekonomian," kata Dian lagi.

Masih diceritakan Dian, beberapa hari lalu, Tim BBKSDA bersama PT. Transportasi Gas Indonesia (TGI) Jungle Trek telah mengunjungi kawasan suaka margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling.

Tim melakukan penjelajahan jalur interpretasi wisata yang dimulai dari Desa Muara Bio menuju Desa Tanjung Belit.

Selain melakukan kegiatan jungle trek, PT TGI juga menyerahkan bantuan bibit Jernang sebanyak 300 batang kepada masyarakat setempat di kantor Desa Tanjung Belit.

Kegiatan tersebut juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kampar serta tokoh adat setempat. 

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Balai Besar KSDA Riau, Asisten II Bupati Kampar, Kadis Pariwisata Kampar, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Kampar, Kabag Ekonomi Pemda Kampar, Kepala Desa Tanjung Belit, Aur Kuning, Tanjung Beringin, Muara Bio, Pangkalan Serai serta Dubalang, Pokdarwis dan masyarakat adat.

Bupati Kampar melalui Asisten II Pemda Kampar mengucapkan terimakasih pada Balai Besar KSDA Riau yang telah menyelenggarakan berbagai iven besar di suaka margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling.

Kegiatan tersebut diklaim akan berdampak besar pada peningkatan perekonomian sebagai sumber pendapatan dan perputaran ekonomi masyarakat lokal.

 

NEWS24.CO.ID

Can be read in English and 100 other International languages


Loading...

Related Article