NEWS24.CO.ID

Economy

SKK Migas, Asosiasi Setuju Gunakan Baja Lokal dan Kurangi Impor

NEWS24.CO.ID

Baja Baja

NEWS24.CO.ID -  Satuan Kerja Khusus untuk Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) setuju untuk meningkatkan penggunaan domestik besi dan baja di industri hulu minyak dan gas. Saat ini, hanya 70 persen dari produk domestik yang diserap oleh industri minyak dan gas hulu. Sisanya diimpor.

"Kami butuh jangka panjang, jika kami ingin mudah, kami bisa mengimpornya," kata kepala SKK Migas Amien Sunaryadi setelah menandatangani perjanjian di Jakarta, Jumat, 9 November.

SKK Migas akan menyediakan daftar dan jumlah baja yang dibutuhkan oleh industri hulu. Kemudian, produsen yang menjadi anggota IISIA akan memberikan kutipan harga yang wajar kepada SKK Migas. Setelah SKK memperoleh daftar harga dari asosiasi, mereka akan melakukan audit untuk memastikan bahwa harga jual besi dan baja berlaku. Kemudian, kontraktor di seluruh Indonesia akan diminta untuk menggunakannya.

Ada sejumlah produsen yang terlibat, termasuk Krakatau Steel, Bakrie Pipe Industries, dan KHI Pipe Industries.

Ketua asosiasi, Silmy Karim, memastikan bahwa produsen anggota akan mencoba untuk memenuhi spesifikasi besi dan baja yang dibutuhkan oleh kontraktor. Dia berharap bahwa moratorium impor baja dan besi dapat diimplementasikan untuk membantu mencapai tujuan ini.

"Baja adalah ibu dari industri, kami ingin menyehatkan industri baja nasional, bukan industri impor nasional," katanya.

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV

NEWS24.CO.ID

Can be read in English and 100 other International languages


Related Article